Catatan Juang : Rekam Perjalanan 4G Team.

4thG Goes To JTP1

Bismillahirrohmanirrohim.

Sebuah kegiatan rutin yang sejak lama ada pada tiap lembaga pendidikan disaat siswa telah menyelesaikan Ujian Nasional yaitu Study Tour atau yg paling enak disebut Liburan. Begitu juga yg dilaksanakan sekolah kami. SMPIT Al Bashiroh Tanggung - Turen. Sejak awal berdiri tahun 2012,kami selalu mencoba memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan. InsyaaAllah. Jika tahun sebelumnya (2017) para siswa berlibur ke pulau Dewata Bali dikarenakan rasa penasaran bagi setiap orang yg belum pernah kesana, maka ditahun 2018 bagi Angkatan ke-4 yang hanya 1 lusin "candaan mereka" sebab jumlah mereka sejak awal masuk sampai diakhir tetap sama yaitu 12 siswi.Melakukan travelling ke daerah yg sejuk, banyak pengetahuan dan juga keceriaan yakni Jatim Park 1.

Sesuai jadwal kami berkumpul di sekolah tercinta pukul 07.30, karena kami warga sekolah yang disiplin waktu sehingga tepat pukul tersebut kami berangkat menuju lokasi. Dengan menggunakan 2 mobil elf (1 khusus siswi dan 1 khusus dewan guru serta keluarga) *catatan : bagi yg sudah berkeluarga. Hehehe, Perjalanan cukup lama karena akhir pekan sehingga jalanan ramai merayap. Butuh waktu sekitar 2 ¼ jam untuk sampai lokasi.

Meskipun terik matahari cukup panas tak membuat raut keceriaan di wajah mereka hilang. Mereka tetap semangat tuk menikmati fasilitas yang ada di setiap zona. Melangkah kaki dengan penuh percaya diri. Seyakin mereka menatap masa depan setelah lulus dari sekolah nanti.

Sebelum petualangan di mulai dan karena Jatim Park bukan lah hutan rimba yang bebas tuk dijelajahi oleh manusia, maka kami selaku panitia harus melakukan yang namanya registrasi (membeli tiket). Meskipun telah mencoba melobi tuk mendapat diskon, karena jumlah kami tidak sampai 30 orang, maka kami pun harus membayar 130rb/kepala. Tapi alhamdulillah ada rombongan lain yang dimana dapat bonus 1 tiket rela menjual kepada kami seharga 80rb. Sedikit mengurangi badget untuk membeli tiket yang semula direncanakan hanya Rp 100.000,-. (Tak semua yang direncanakan selalu sesuai alur).

Setelah registrasi usai, kami pun membagi tiket tersebut kepada masing - masing anggota rombongan dan mulai melakukan petualangan.

Sesuai intruksi dari penjual tiket, kami pun masuk ke antrian pintu masuk museum tubuh. Disini kami menjelajah ke setiap wahana dimana telah diatur seperti bagian tubuh manusia. Mulai dari mulut, hidung, telinga, otak, mata, paru-paru, jantung, hati, usus besar dan juga usus halus. Meskipun replika dari bagian tubuh sangat menakjubkan, tapi hal yang cukup disayangkan karena tidak setiap wahana memiliki seorang guide yg bertugas tuk menjelaskan susunan, bentuk, fungsi dari tiap organ tersebut. Hanya sebatas catatan tentang cara merawat dan mengetahui penyebab sakit tiap organ yg telah ditempel dan di taruh pada posisi yg sesuai.

Di museum tubuh tersebut juga tersedia ruangan bioskop 3 dimensi tentang bagaimana prosesi pembuahan pada manusia. Di tambah fasilitas cek gula darah dan mata secara gratis. Sesuatu hal yg cukup menarik.

Selepas dari museum tubuh kami melanjutkan ke pintu masuk kedua yg membedakan adalah pada saat masuk tas - tas kami harus di cek dulu untuk mengetahui bahwa kami tidak membawa makanan atau snack ke dalam zona ini. Dan ternyata ada 1 siswi kami yang harus meninggalkan snacknya di luar/ruang informasi.

Masuk zona pertama kami disuguhi dengan *replika tradisi jawa* yaitu tumpengan yang disimbolkan dengan nasi kuning dan para sesepuh yg berdoa mengelilinginya. Adapula beberapa replika kendaraan kuno dan juga beberapa pekerjaan tradisional serta tarian khas.
Setelah puas berfoto kami melanjutkan ke zona berikutnya dimana kita dapat menjumpai beberapa rumah adat mulai dari Sabang sampai Merauke. Sungguh bangsa yang kaya akan budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai keberagamaan ini menjadi terbelahnya Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI) yang kita cintai ini.
Berikutnya kami melewati beberapa replika candi dan juga gambaran perjuangan dari tiap daerah serta ditampilkan pula tokoh yg terkenal yang banyak kita pelajari dalam ilmu sejarah.
Setelah tahu begitu dahsyatnya bangsa ini mulai dari adat sampai perjuangannya. Maka wahana berikutnya kami di diberikan begitu banyak edukasi tentang keilmuan yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Ditampilkan tokoh tokoh ilmuwan yang ada di dunia, namun, hal yang patut disayangkan gambar cendekiawan muslim tak ada yang di dibingkai indah seperti tokoh dunia yang lain.
Hikzhikzhikzz
Di zona ilmu pengetahuan ini disajikan beberapa alat peraga sederhana tentang berbagai teori yang temukan oleh beberapa ilmuwan diantara pesawat sederhana (katrol dan pengungkit), gaya gravitasi hingga gelombang elektromagnetik. Disini kita dapat mencoba satu persatu dari setiap alat peraga yg telah disiapkan, maka tak heran jika JTP 1 bisa dijadikan referensi untuk sebuah wahana edukasi.

Setelah puas dengan sajian sejarah juga ilmu pengetahuan yg sungguh menakjubkan. Kami melanjutkan ke wahana permainan. Disini tersedia hampir limapuluhan permainan mulai untuk anak -anak hingga orang dewasa serta juga ada kolam renang dan cafe istimewa.

Bersama selusin pasukan siswi,kami pun mencoba setiap permainan yang ada sesuai dengan umur. Mulai dari permainan sederhana hingga yang membutuhkan adrenalin yg cukup besar. Seperti halnya spinning coaster, aero test, dll.

Sebab waktu telah menunjukkan saatnya tuk sholat dzuhur, maka kami pun segera bergegas mencari musholla terdekat dan Alhamdulillah JTP 1 memberikan fasilitas tuk menunaikan ibadah dengan nyaman. Tempat sholat yang luas juga kamar mandi yg selalu terjaga kebersihannya. Selesai sholat kami pun melanjutkan dengan santap siang, tapi kebanyakan tempat wisata disini memberlakukan pembayaran setiap makanan atau minuman menggunakan kartu prabayar dimana sebelumnya harus mengisi saldo terlebih dahulu. Bagi kami yang awam ini sedikit merepotkan karena tidak terbiasa. Tapi alhamdulillah contumer services nya selain cantik juga ramah. Hehehe Akhirnya setelah lama menunggu pesanan kami pun datang juga (Nasi goreng, pangsit, es teh) dan segera kami lahap.

Selesai menyantap hidangan makan siang kami pun melanjutkan petualangan ke rumah hantu. Disini kami harus mengantri panjang sekitar 15 menit lebih sebab masuknya maksimal enam orang. Ketika udah sampai pada giliran untuk masuk ,wajah takut bercampur senang menyelimuti anak2. Dengan mencoba tuk memberanikan diri kami pun masuk selangkah demi selangkah kami telusuri setiap jalan yang gelap gulita ditambah instrumen dan replika hantu yang dibuat membuat kesan semakin seram. Menjerit dan tertawa serta tarik menarik tas atau tangan teman, menjadi pemandangan yang lazim selama menelusuri lorong gelap. Meskipun terjadi insiden tas putus karena ditarik tak membuat sedih wajah mereka. Malah ketagihan tuk mencoba ulang. Akan tetapi waktu yang singkat kami pun harus melanjutkan petualangan ke beberapa wahana lain seperti 3D Cinema (dimana efek dari film terasa nyata misal angin yang sepoi sepoi dan juga cipratan air), rumah pipa dan juga volcano coaster.

Ketika cuaca mulai gelap kami pun memutuskan untuk keluar wahana permainan dan melanjutkan ke zona wisata. Dimana kami bisa membeli beberapa oleh-oleh khas kota dingin Batu.

Itu lah kisah kami bersama 4G yg kan terkenang sepanjang masa.
Sukses selalu untuk kalian semua...

Komentar

Paling dicari

Seri Keputrian : Perempuan dan kecantikan.

Sejarah : Kisah Nabi Muhammad SAW

Dunia Berkualitas kita